Departemen Seni Murni ITB
A member of the IndonesiaDLN Intitut Teknologi Ba Network

Welcome
Guest
> Login

Address: /Top / Disertasi / jbptitbart-gdl-s3-2000-nanangriza-540

Search

Indonesia English

Menu

Home
FAQ
Login
Registration
Activate Account

Contents

1 - 5 of 11 Previous pageNext page
Up Up..
Daya Tahan
Karakteristik
Estetis Dan
Simbolisme Jawa Pada
Kria Perak Di Sentra
Industri Kota Gede
Dalam Konteks
Perubahan Lingkungan
Sosial Budaya . (s3)
Seating Design And
The Culture Of
Sitting In Javanese
Society Of
Indonesia. (s3)
Interpretasi Karya
Ahmad Sadali Dalam
Konteks Modernitas
Dan Spiritualitas
Islam Dengan
Pendekatan
Hermeneutik. (s3)
Perwujudan Tekstil
Tradisional Di
Indonesia: Kajian
Makna Simbolik Ragam
Hias Batik Yang
Bernafaskan Islam
Pada Etnik Melayu,
Sunda, Jawa Dan
Madura. (s3)
Spiritualitas Dalam
Seni Rupa
Kontemporer Di Asia
Tenggara: Indonesia,
Malaysia, Thailand
Dan Filipina Sebagai
Wilayah Kajian. (s3)
1 - 5 of 11 Previous pageNext page
PhD Theses from JBPTITBART / 2006-10-18 11:18:56

PERWUJUDAN TEKSTIL TRADISIONAL DI INDONESIA: kajian makna simbolik ragam hias batik yang bernafaskan Islam pada etnik Melayu, Sunda, Jawa dan Madura

By: Nanang Rizali
Desain FSRD ITB
Created: 2000-07-00 , with 1 file(s).

Keywords: Tekstil, tradisional
Subject: Desain Tekstil
Heading: Desain
Call Number: 746

ABSTRAK

Suatu kebudayaan selalu mengalami perubahan dan perkembangan dari masa ke masa, sehingga kebudayaan bersifat dinamis. Pada dasarnya memahami dinamika kebudayaan berarti juga mendalami masalah makna, nilai, dan simbol yang dijadikan acuan oleh suatu komunitas pendukungnya. Nilai berkaitan dengan sesuatu yang dianggap berharga, sedangkan simbol selain memiliki fungsi tertentu juga dapat dimanfaatkan sebagai identitas komunitas. Suatu simbol memerankan fungsi ganda, yaitu transenden-vertikal yang berhubungan dengan acuan, ukuran, dan pola masyarakat dalam bertindak. Di samping irnanen-horizontal, yaitu sebagai wahana komunikasi sesuai konteksnya, dan perekat solidaritas masyarakat.

Sifat dan fungsi dari hubungan tersebut membuka peluang untuk berbagai penafsiran atas makna yang melekat pada simbol masyarakat etnik di Indonesia. Ketika Islam berkembang, perwujudan unsur-unsur ragam bias tekstilnya hampir tidak berbeda hanya dalam mengungkapkan makna, dan penggambarannya disesuaikan dengan nilai-nilai Islami. Karena menurut pandangan Islam, simbol merupakan suatu penandaan dan pengakuan akan keagungan Allah Yang Maha Pencipta dan kemahaesaanNya. Dengan demikian penelitian ini mencoba memperhatikan; bagaimana perwujudan ragam hias tekstil tradisional pada masyarakat etnik yang beragama Islam, dan bagaimana nilai-nilai Islami terwujud dalam ragam hias batik tradisional, serta kaitannya dengan makna simboliknya.

Berhubung makna yang terkandung dari hubungan antara nilai-nilai ajaran Islam dan nilai estetis mengandung dimensi simbolisasi yang bersifat subjektif, maka pemahaman terhadap fenomena tersebut dapat dipahami dengan pendekatan interdisiplin dan metode kualitatif. Metode ini akan memberikan pemahaman secara menyeluruh, mendalam dan interpretatif. Dengan demikian dapat dipahami wujud fisik, perilaku, dan gagasan (sistem nilai) sebagai satu kesatuan yang akan memberi kemungkinan pengkajian terhadap proses pemahaman, dan simbolisasi. Untuk memahami gejala-gejala tersebut diperlukan penyajian data deskriptif.

Sejak masa prasejarah bangsa Indonesia telah memiliki kepercayaan terhadap roh dan tenaga gaib, yaitu animisme-dinamisme. Adat istiadat sebagai `pusaka rohani' yang diterima dari nenek moyang, dan sifat dualisme yang dwitunggal telah meresapi pikiran dan falsafah hidup masyarakatnya. Pada masa Hindu kepercayaan tersebut bertemu dan melebur ke dalam sistem dewa-dewa dan kekuatan sakti. Kemudian berinteraksi sosial dengan sistem keturunan dan kedudukan hiararki seseorang, sehingga membentuk susunan masyarakat yang bertingkat. Proses interaksi budaya, sosial, dan simbolik telah melatarbelakangi penciptaan tekstil tradisional termasuk dalam pemakaiannya. Seperti kain batik yang berkembang di lingkungan keraton cenderung terikat dengan norma dan aturan yang disepakati bersama, misalnya kain parang rusak barong.

Hadirnya ajaran Islam di Nusantara memperkenalkan suatu pandangan religiusmonoteistis yang menjadi kekuatan pembebasan spiritual terhadap bentuk ketahyulan dan kenrusyrikan. Oleh karena itu dalam setiap proses penciptaan karya tekstil khususnya batik senantiasa dilandasi oleh konsepsi tauhid sebagai muara dari nilai-nilai seperti niat, qonaat, tawadhu, tawaqal, akhlaq dan aqidah. Karya-karya tersebut diungkapkan atas dasar manfaat untuk kesejahteraan (salam) seluruh umat manusia. Unsur-unsur ragam hias pra Islam ternyata dalam perkembangannya tampak tidak bertentangan dengan nilai dan nafas keislaman. Bahkan di dalamnya dipandang tercermin dimensi kalimat syahadat yang selalu bersatu dalam langkah kehidupan setiap perajin muslim, yaitu hablum-minallah, dan hablum-minannas.
Pada batik tradisional yang bernafaskan Islam terkandung makna simbolik berupa ungkapan dzikir dan rasa syukur hasil perpaduan bentuk simbol konstruktif, evaluatif, kognitif dan ekspresif.
Di samping mengandung makna filosofis kesaksian La ilahaillallah, Muhammadan rasul Allah dengan muatan kebenaran, kebaikan dan keindahan. Konsepsi tauhid, aqidah dan akhlaq telah menjadi penyempurna, dan pengarah bagi nilai-nilai positif sistem tradisi budaya Nusantara.

For more information, contact:

DL Name: Departemen Seni Murni ITB
PublisherID: JBPTITBART
Organization: Institut Teknologi Bandung
Contact: admin
Address: libadmin@art.itb.ac.id
City: Bandung
Region: Jawa Barat
Country: Indonesia
Phone:
Fax:
Admin Email: admin@art.itb.ac.id
CKO Email: ckolib@art.itb.ac.id

 

Comment Give Comment # (0)
Bookmark Bookmark Print Printer

Tips
Need more information? Click the Bookmark, and type your message to our officer.
Contributor
Yusuf Affendi, Primadi
Tabrani dan A. Subarna
Editor: lib@art.itb.ac.id
Download

Download is allowed for members only.

View: [small] [medium] [large]


File: 2000 DIS DS Riza 1.pdf (1433876 bytes; )


View: [small] [medium] [large]

Copyright 2002-2003 - KMRG ITB. All rights reserved. 
This work was carried out with the aid of a grant from YLTI Indonesia and IDRC Canada.
Knowledge Officer: ckolib@art.itb.ac.id
Address: libadmin@art.itb.ac.id Bandung Indonesia
Phone: - Fax:
Execution time: 0:1
Warning: Unknown(): write failed: No space left on device (28) in Unknown on line 0

Warning: Unknown(): Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/var/tmp) in Unknown on line 0