Departemen Seni Murni ITB
A member of the IndonesiaDLN Intitut Teknologi Ba Network

Welcome
Guest
> Login

Address: /Top / Disertasi / jbptitbart-gdl-s3-2006-pribadiwid-1410

Search

Indonesia English

Menu

Home
FAQ
Login
Registration
Activate Account

Contents

1 - 5 of 11 Previous pageNext page
Up Up..
Daya Tahan
Karakteristik
Estetis Dan
Simbolisme Jawa Pada
Kria Perak Di Sentra
Industri Kota Gede
Dalam Konteks
Perubahan Lingkungan
Sosial Budaya . (s3)
Seating Design And
The Culture Of
Sitting In Javanese
Society Of
Indonesia. (s3)
Interpretasi Karya
Ahmad Sadali Dalam
Konteks Modernitas
Dan Spiritualitas
Islam Dengan
Pendekatan
Hermeneutik. (s3)
Perwujudan Tekstil
Tradisional Di
Indonesia: Kajian
Makna Simbolik Ragam
Hias Batik Yang
Bernafaskan Islam
Pada Etnik Melayu,
Sunda, Jawa Dan
Madura. (s3)
Spiritualitas Dalam
Seni Rupa
Kontemporer Di Asia
Tenggara: Indonesia,
Malaysia, Thailand
Dan Filipina Sebagai
Wilayah Kajian. (s3)
1 - 5 of 11 Previous pageNext page
PhD Theses from JBPTITBART / 2007-04-30 13:28:14

MENGUNGKAP ESTETIKA TERSEMBUNYI PADA BANGUNAN TRADISIONAL BATAK UNTUK MENEMUKAN SISTEM PERBANDINGAN UKURAN. STUDI KASUS: BATAK TOBA DAN BATAK KARO

By: Pribadi Widodo
Program Doktor Seni Rupa FSRD
Created: 2006-10-06 , with 1 file(s).

Keywords: Estetika, religius, harmoni
Subject: Estetika
Heading: Seni Rupa
Call Number: 722.4

ABSTRAK

Arsitektur tradisional Batak, adalah representasi dari pengalaman asketis, estetis, etis dan logis bagi masyarakat Batak tradisional itu sendiri. Meskipun realitas fisik yang ada tidak sesuai dengan logika masa kini, seperti tidak ekonomis (terlalu banyak bahan kayu), tidak hygienis(kolong rumah untuk pemeliharaan hewan), tidak etis (ruang antar keluarga tanpa batas fisik), kurang cahaya dan sirkulasi udara pada ruang interior, namun karena kaidah-kaidah konsep mentalnya, falsafah pandangan hidupnya terpenuhi, maka bangunan itu bernilai estetis baginya. Melalui analisis penelitian, dengan meminjam teori tanda dan makna dari Saussure, ditemukan wujud estika tersembunyi pada obyek penelitian bangunan tradisional Karo - Siwaluh Jabu - dan bangunan tradisional Toba Ruma yang memiliki nilai : Kosmologis, Religius, Animistis, Misteri, Statis, Dinamis, Ekspresif, Kesederhanaan, Kebersamaan, Ketenteraman.

Penelusuran melalui wujud budaya obyektif tidak termasuk bangunan, seperti peristiwa sosial kemasyarakatan, adat istiadat, falsafah hidup, produk senirupa kerajinan, seni tari dan musik, dengan menggunakan teori tanda dan makna Saussure, menghasilkan temuan berupa pemahaman estetis menurut masyarakat Batak dalam wujud nilai-nilai berikut :
Dinamis, Emosional, Spiritual, Kesatuan, Kekuatan, Hirarki, Seimbang, Harmonis, Ketertiban, Kesejahteraan, Ketenteraman.

Terdapat kesesuaian antara nilai estetika yang bersumber dari obyek penelitian(bangunan tradisional) dengan pemahaman estetik masyarakat tradisional Batak, sehingga dengan demikian, obyek penelitian bangunan tradisional Batak Toba dan Karo memiliki nilai estetis yang berkesesuaian dengan pemahaman estetis masyarakat pendukungnya.

Apapun pendekatan yang digunakan, memperbandingan ukuran satu bagian dengan bagian lain pada suatu obyek, atau satu bagian dengan keseluruhan obyek atau dikenal dengan istilah "proporsi", merupakan langkah untuk mewujudkan keindahan obyek , dalam kerangka tujuan yang lebih mendasar yaitu terciptanya harmoni.

Harmoni dapat diartikan sebagai situasi batiniah manusia, dimana dalam situasi tersebut terjadi suatu keselarasan, kesesuaian, tidak terjadi penolakan oleh suasana batiniahnya terhadap getaran-getaran yang dipancarkan obyek , sebagai akibat dari penyusunan elemen-elemen pembentuk obyek yang memiliki keragaman sifatnya masing-masing, dalam asas-asas keteraturan (order), kepaduan(unity),keseimbangan(balance). Pencapaian harmoni melalui penciptaan obyek bagi tradisi budaya Timur, tidak terlepas dari filsafat hidupnya, bahwa manusia(mikrokosmos) adalah bagian dari jagad raya(makrokosmos), sehingga harus tercipta sinergi antara keduanya.

Dalam konsep budaya primordial Timur, jagad raya atau kosmos, dipercaya sebagai manifestasi dari kekuatan supranatural, yang dipuja, disembah dan dihormatinya. Segala bentuk kegiatan selalu dalam pengaruh kepercayaan ini, sehingga apapun bentuk obyektif kebudayaan, yang dihasilkan, tidaklah disangkal kebenarannya, tidak diragukan kebaikannya, karena berkaitan langsung dengan kekuatan yang dipuja yang tidak mau ditentang dan disangkal. Semua berkesesuaian dengan konsep mental masyarakat pendukungnya. Keindahan, tersembunyi dalam konsep mental , karena bagi masyarakat primordial, ide tentang kebenaran, kebajikan dan keindahan merupakan kesatuan yang tidak berdiri sendirisendiri. Pengalaman asketis (religius) sama dengan pengalaman estetis, pengalaman etis dan pengalaman logis.

Pada obyek penelitian, (obyek 1, 2, 3, 4, 5, 6) melalui bidang tampak depan, tampak samping dan denah ditemui nilai perbandingan ukuran yang menunjukkan konsistensinya,dimuat pada bab kesimpulan.

For more information, contact:

DL Name: Departemen Seni Murni ITB
PublisherID: JBPTITBART
Organization: Institut Teknologi Bandung
Contact: admin
Address: libadmin@art.itb.ac.id
City: Bandung
Region: Jawa Barat
Country: Indonesia
Phone:
Fax:
Admin Email: admin@art.itb.ac.id
CKO Email: ckolib@art.itb.ac.id

 

Comment Give Comment # (0)
Bookmark Bookmark Print Printer

Tips
Need more information? Click the Bookmark, and type your message to our officer.
Contributor
Promotor 1: Imam
Buchori Zainuddin,
Prof.

Promotor 2:
Baskoro Tedjo, MSEB,
DR.,Ir.

Scanner: Noor
Pujiati

Editor: lib@art.itb.ac.id
Download
No file was uploaded together with this document.
Copyright 2002-2003 - KMRG ITB. All rights reserved. 
This work was carried out with the aid of a grant from YLTI Indonesia and IDRC Canada.
Knowledge Officer: ckolib@art.itb.ac.id
Address: libadmin@art.itb.ac.id Bandung Indonesia
Phone: - Fax:
Execution time: 0:0